šŸ“¢ Selamat datang di media JURNALPAPADAAN.blogspot.com, memasuki umur media JP yang akan mendekati 4 Tahun di bulan maret 2025 nanti, media JP akan terus berupaya meningkatkan performa website dan isi konten berita maupun lainnya, untuk itu kami menerima donasi untuk membangun media ini agar lebih profesional lagi, bantuan dapat dikirim via walet dana di nomer 085822262967. Atas bantuan anda semua kami ucapkan terimakasih
Our Feeds
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Redaksi Jurnal Papadaan

SMP Negeri 2 Kusan Hulu Peringati HPSN 2025 dengan Senam dan Aksi Bersih Lingkungan

Kusan Hulu, 25/02 – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, SMP Negeri 2 Kusan Hulu menggelar serangkaian kegiatan bertema lingkungan dengan tema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih”. Acara ini diawali dengan senam bersama pada pukul 07.30 WITA, diikuti dengan aksi bersih-bersih di lingkungan sekolah, sekitar sekolah, dan Taman Tamara di Kecamatan Teluk Kepayang.


Kegiatan ini juga melibatkan aparat desa Teluk Kepayang, seluruh staf Kecamatan Teluk Kepayang, serta siswa SD setempat, yang bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar Taman Tamara dan lapangan sepak bola Desa Teluk Kepayang.

Kepala SMP Negeri 2 Kusan Hulu, Sri Supadmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran siswa dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap siswa dan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan serta pemanfaatan sampah agar lebih bernilai,” ujarnya.

Setelah senam pagi, seluruh peserta dikelompokkan untuk memulai aksi bersih-bersih di lingkungan sekolah. Mereka memungut sampah, menyapu halaman, serta memilah sampah organik dan anorganik. Semangat kebersamaan tampak dari antusiasme siswa dan masyarakat dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

Selanjutnya, rombongan bergerak ke Taman Tamara dan lapangan sepak bola Desa Teluk Kepayang. Bersama aparat desa dan staf kecamatan, mereka membersihkan area hijau, mengumpulkan sampah plastik, serta menata kembali tanaman dan fasilitas taman.

Wakil Kepala Sekolah, Didi Hamsari, menegaskan bahwa aksi ini sejalan dengan program Sekolah Adiwiyata, yang berfokus pada pendidikan berbasis lingkungan. “Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya sadar akan pentingnya kebersihan, tetapi juga memiliki peran aktif dalam menjaga lingkungan sekitarnya,” katanya.


Selain aksi bersih-bersih, siswa juga mendapatkan edukasi tentang pengelolaan sampah, termasuk cara menjaga lingkungan tetap bersih, memanfaatkan sampah, serta mendaur ulang sampah agar dapat bernilai guna.

Salah satu siswa, Erwin Azzam dari kelas IX, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga baginya. “Saya jadi lebih paham bahwa menjaga kebersihan itu bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita semua. Mulai sekarang, saya akan lebih peduli terhadap lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.


Setelah sampah dipilah dan ditimbang, petugas kebersihan desa dan pengepul bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengambil dan mengelola sampah tersebut sesuai dengan prinsip daur ulang dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMP Negeri 2 Kusan Hulu bersama aparat desa dan masyarakat berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dan komunitas sekitar untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.

Reporter: Ryn/JP


Redaksi Jurnal Papadaan

Meriah! Gelar Karya P5 SMPN 2 Kusan Hulu Pamerkan Kreativitas dan Kearifan Lokal

Kusan Hulu, 22/02 – SMP Negeri 2 Kusan Hulu sukses menggelar Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan penuh semangat dan antusiasme.

Acara yang berlangsung di halaman sekolah ini menampilkan berbagai hasil karya inovatif siswa sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam aspek Kewirausahaan, Bhinneka Tunggal Ika, dan Gaya Hidup Berkelanjutan.


Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, guru, serta siswa yang berpartisipasi aktif dalam mendukung dan mengapresiasi kreativitas satu sama lain. Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 2 Kusan Hulu, Sri Supadmi, menyampaikan bahwa Gelar Karya P5 ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran berbasis proyek yang telah mereka jalankan dengan penuh dedikasi.  

"Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif yang sangat dibutuhkan di era modern. Kami bangga melihat karya-karya luar biasa yang mereka hasilkan, ujar Sri Supadmi.  

Beragam karya dipamerkan dalam acara ini. Dari segi kearifan lokal, siswa menampilkan tarian kreasi Dayak dan Japin sebagai bentuk pelestarian budaya. Dalam aspek kewirausahaan, mereka menyajikan aneka makanan dan minuman inovatif seperti olahan berbahan dasar jeli, dimsum, pentol, jagung/jasuke, coklat rol, tela-tela, pangsit kumer, ayam katsu, dan lain-lain.  


Konsep Bhinneka Tunggal Ika pun tercermin melalui keberagaman pakaian adat yang dikenakan siswa, menunjukkan kebersamaan dari berbagai agama dan suku. Sementara itu, prinsip Gaya Hidup Berkelanjutan diwujudkan dalam berbagai karya berbasis daur ulang, seperti ecobrik, bunga dari sedotan, tempat tisu, celengan, pigura, hiasan dinding, serta miniatur rumah adat yang dibuat dari stik es krim dan kardus bekas.  

Selain pameran hasil karya, acara ini juga menampilkan kreativitas siswa dalam berbagai bidang, seperti pencak silat, pembacaan puisi, tari, menyanyi, prolog, storytelling, hingga seni merias wajah. Pameran literasi juga turut menjadi sorotan, menampilkan hasil karya tulis siswa, guru, dan kepala sekolah. Sementara itu, hasta karya berupa kain sasirangan, gantungan kunci, bakul, tas, dan dompet dari bahan sintetis serta sedotan memperkaya koleksi yang dipamerkan. Semua karya ditampilkan per kelas dengan dokumentasi berbentuk buku laporan, pigura, serta media mading.


Setelah suksesnya acara ini, pihak sekolah berencana untuk mengevaluasi hasil pagelaran melalui rapat guna meningkatkan kualitas kegiatan di masa mendatang. Ke depan, Gelar Karya P5 SMP Negeri 2 Kusan Hulu akan ditingkatkan ke skala yang lebih besar dengan mengundang berbagai instansi, dewan, serta wartawan, sehingga lebih banyak pihak dapat mengapresiasi dan mendukung inovasi serta kreativitas siswa.  

(Reporter: Ryn/JP)



Redaksi Jurnal Papadaan

Rapat Pleno Program Kerja Perdana: PGRI Cabang Kusan Hulu Ingin Cetak Kader Guru Berprestasi

Koordinator ULWK Kusan Hulu, Subarno nampak dari depan (kiri), disamping (kanan) Mahludin (Kasi Pemas Kessos) bersama Yusmiadi Ketua PGRI Kusan Hulu dalam acara rapat pleno program kerja PGRI cabang Kusan Hulu, Selasa (16/3) | Foto Sry/Jp

JURNALPAPADAAN.COM, KUSAN HULU -Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu agendakan rapat pleno mengenai Program Kerja Periode XXII Masa Bakti 2020-2025 pada hari Selasa (16/3), pagi bertempat di SDN Wonorejo.

Camat Kusan Hulu yang diwakilkan oleh Mahludin (Kasi Pemas Kessos) mengatakan selalu mendukung semua program kerja PGRI Cabang Kusan Hulu dan berharap semua anggota pengurus selalu solid.

"Semoga semua guru-guru yang tergabung dipengurusan PGRI Cabang ini dapat solid dan bekerjasama kedepannya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kordinator ULWK Kusan Hulu, Subarno mengatakan bahwa semua program PGRI sangat di dukung penuh oleh ULWK Kusan Hulu.

"Kami sangat mendukung segala program PGRI, Semoga kedepannya PGRI Cabang Kusan Hulu khususnya dapat mencetak kader-kader guru yang berprestasi," ujar Subarno dalam sambutannya.

Ketua PGRI Cabang Kusan Hulu, Yusmiadi juga mengatakan bahwa tujuan dari rapat pleno program kerja ini untuk menyepakati program yang sudah diusung pengurus inti agar dapat dijalankan bersama.

"Jadi kami ingin masukan dan saran kepada semua pengurus, guru dan kepala sekolah agar kedepannya program kerja ini dapat benar-benar direalisasikan," ungkapnya.

Selain itu Wakil Sekretaris PGRI Cabang Kusan Hulu, Ahmad Surya Fanie juga menambahkan bahwa prioritas utama program kerja PGRI ini dampaknya bisa  langsung dirasakan semua guru di Kecamatan Kusan Hulu.

"Kami berharap walaupun program kerja ini sedikit namun dampaknya langsung bisa dirasakan semua guru, seperti tindak lanjut bimtek, pelatihan artikel dan berbagai lomba nantinya," pungkas Surya kepada Jurnal Papadaan.

"Ini tentu bukan semata-mata tugas dari pengurus inti saja namun juga menjadi tanggung jawab semua anggota bidang sesuai dengan tupoksi serta dukungan penuh dari seluruh anggota PGRI Cabang Kusan Hulu, baik itu dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat," tambahnya.

Editor : Ryn/Jp
 

Redaksi Jurnal Papadaan

Persiapkan Akreditasi Sekolah: Kepsek SMPN 2 Kusan Hulu Harapkan Peningkatan Nilai Akreditasi Tahun Ini

 

Pengawas sekolah SMPN 2 Kusan Hulu Subarno (sebelah kiri) nampak dari depan, (sebelah kanan) pengawas Disdikbud Simpang Empat Batulicin yang juga pernah menjadi tim asesor akreditasi sekolah, di samping kanannya Kepala Sekolah SMPN 2 Kusan Hulu Sri Supadmi dalam kegiatan rapat internal persiapan akreditasi sekolah, Kamis (04/3) di SMPN 2 Kusan Hulu | Foto Jurnal Papadaan

JURNALPAPADAAN.COM, KUSAN HULU - Ingin tingkatkan nilai akreditasi sekolahnya, Sri Supadmi kepala sekolah SMPN 2 Kusan Hulu bersama semua dewan guru dan tata usaha siapkan sejak dini kelengkapan dokumen penting yang terbagi dari empat standar, Kamis (04/3) tadi melalui rapat internal persiapan akreditasi sekolah.

Dari empat standar itu Sri Supadmi kepala sekolah SMPN 2 Kusan Hulu membentuk tim koordinator dari empat standar akreditasi sekolah di antaranya, standar mutu lulusan, standar proses, standar mutu guru dan manajemen sekolah.

Tujuan dari persiapan awal ini agar kedepannya semua dokumen yang dinilai oleh tim asesor akreditasi lengkap dan nilainya sesuai yang diharapkan.

"Sejauh ini saya dan para dewan guru serta tata usaha sekolah telah mempersiapkan dan membentuk empat koordinator tim standar persiapan akreditasi dari jauh hari," ujar Sri Supadmi kepada Jurnal Papadaan.

"Nilai akreditasi tahun lalu masih sangat rendah, saya berharap tahun ini nilai akreditasi SMPN 2 Kusan Hulu dapat meningkat dari sebelumnya," pungkasnya.
Tim standar persiapan akreditasi SMPN 2 Kusan Hulu yang terdiri dari semua guru dan staf tata usaha mengikuti kegiatan bimbingan teknis dari pengawas sekolah  SMPN 2 Kusan Hulu dan pengawas sekolah Disdikbud Simpang Empat, Kamis (04/3) | Foto Jurnal Papadaan

Pengawas SMPN 2 Kusan Hulu, Subarno yang juga berhardir dalam rapat internal persiapan akreditasi SMPN 2 Kusan Hulu mengatakan bahwa selain melengkapi dokumen penting, semua tim standar yang sudah dibentuk harus benar-benar serius bekerjasama dalam melengkapi bukti fisik yang menjadi penilaian akreditasi dari tiga tahun terakhir.

"Semua rekan-rekan guru harus tetap semangat dalam melengkapi dokumen fisik dan minimal harus memiliki target empat poin dalam masing-masing standar," ujar Subarno dalam sambutannya.

"Apapun kendala teknis rekan-rekan guru sekalian, saya berharap kerjasamanya demi suksesnya akreditasi ini dan kami sebagai pengawas sekolah selalu siap kapanpun memberikan bimbingan," ujarnya.

Suwandi, pengawas senior dari Simpang Empat Batulicin yang juga pernah menjadi tim asesor akreditasi sekolah turut diundang sebagai pemateri dalam persiapan akreditasi SMPN 2 Kusan Hulu.

"Yang terpenting rekan-rekan guru semua dalam penilaian akreditasi itu adalah bukti fisiknya harus ada," ungkap Suwandi kepada semua dewan guru SMPN 2 Kusan Hulu saat menyampaikan materinya.

"Mengingat pentingnya semua standar, tidak kalah pentingnya administrasi semua guru yang juga berpengaruh dalam penilaian akreditasi nanti," bebernya.

Semua dewan guru dan tata usaha yang tergabung dalam tim standar persiapan akreditasi sekolah sangat antusias dalam mengikuti bimbingan teknis tersebut.

Sehingga semua guru dan staf tata usaha berharap nilai akreditasi SMPN 2 Kusan Hulu tahun ini dapat benar-benar meningkat dari sebelumnya.

Editor : Ryn/Jp









Admin Jurnal Papadaan

Nilai Pendidikan Islam dalam Film Kartun Nussa dan Rara


Nilai pendidikan Islam sebagai landasan dasar manusia untuk mencapai tujuan hidup serta digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nilai itu harus diajarkan dan ditanamkan sejak kecil pada anak. Karena masa kanak-kanak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan kebiasan baik.  

Dalam mengajarkan nilai-nilai pendidikan Islam, itu semua tidak terlepas dari media yang digunakan.

Di zaman sekarang, kecanggihan teknologi sering disalahgunakan pada anak usia dini. Mereka menggunakan teknologi di media sosial hanya untuk eksis demi kepuasan  semata yang tidak ada nilai manfaat. 

Terlebih, anak zaman sekarang lebih suka bermain game (gaming), bergerombol, dan mengabaikan tugas sekolah yang ada. 

Kebanyakan orang tua sering mengeluh akibat anaknya yang tidak fokus dengan pelajaran di sekolah dan lebih menyukai main game. Padahal nilai pendidikan Islam harus orang tua berikan kepada mereka sejak usia emas (golden age). 

Untuk mengatasi keresahan orang tua dan membantu mereka dalam menanamkan nilai pendidikan Islam kepada anak, maka ditawarkan sebuah program serial animasi Nussa dan Rara atau yang dikenal dengan “Film Kartun Islami Nussa dan Rara”.

Dilansir dari Jurnal Sastra dan Bahasa, (Sumiyadi, 2019) mengatakan bahwa Nussa merupakan animasi karya Indonesia yang pernah memperoleh penghargaan tingkat Nasional, seperti Program Favorit Anak-Anak di Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2019 dan Production House Inspirasi Pemuda Indonesia di Anugerah Syiar Ramadhan 2019. 

Nussa dan Rara mengisahkan kehidupan anak kecil yang dikemas dengan keislaman. Melalui Film ini, anak-anak akan lebih cepat menyerap nilai dan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Selain dikemas dengan romansa keislaman, film ini juga tidak membosankan.

Beberapa nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam Film Kartun Islami Nussa dan Rara adalah:

1. Episode “Dahsyatnya Basmalah”

Pada episode ini terdapat nilai pendidikan religius, berupa keyakinan kepada Allah bahwa sebelum kita melakukan kegiatan agar terhindar dari gangguan syetan maka hendaknya membaca basmalah terlebih dahulu. Selain nilai religius, terdapat nilai tanggungjawab yang diperoleh dari adegan seorang kakak (Nussa) yang menanyakan keadaan Rara pada saat jatuh dari sepeda. 

Sebagai bukti rasa bersalah karena Ia telah menyebabkan adiknya terjatuh. Episode ini diakhiri dengan kata mutiara “Awali setiap perkara dengan Basmalah, agar amal tidak terputus dari Allah SWT dan berlimpah keberkahan. Ringan dilakukan, mudah diucapkan, dan semoga pertolongan Allah SWT senantiasa kita dapatkan”.

2. Episode “Senyum Itu Sedekah”

Pada episode senyum itu sedekah, terdapat nilai pendidikan Islam yaitu peduli sosial. Hal ini dibuktikan dengan adanya kegiatan bersedekah. Selanjutnya terdapat nilai bersahabat atau komunikasi dari adegan Rara yang menghibur penghuni panti asuhan serta memamerkan senyuman kepada mereka. 

Di akhir cerita terdapat kata-kata mutiara “Yang datang dari hati, akan sampai pula ke hati. Bahagiakan saudara kita, agar Allah AWT bahagiakan kita”.

Itulah beberapa nilai-nilai pendidikan Islam dalam Film Kartun Islami Nussa dan Rara. Serial ini sangat cocok bagi orang tua yang merasa kesulitan untuk mengajarkan nilai pendidikan Islam kepada anaknya. 

Melalui media Televisi atau dapat secara langsung menonoton di Youtube serta harus mengadakan pendampingan terhadap anak. Agar si anak lebih serius untuk menangkap makna ceritanya.


Admin Jurnal Papadaan

Prosedur Uji Validitas Butir Soal dalam Evaluasi Pembelajaran

RESENSI JURNAL

PROSEDUR UJI VALIDITAS BUTIR SOAL

DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN

oleh Eka Yuli Andani


Judul Jurnal : Prosedur Uji Validitas Soal Bentuk Tes di SDN Jatake 5 Kota 

Tangerang : Jurnal Halaqah

Penulis : Ina Magdalena, dkk.

Tahun Terbit : 2020

Penerbit : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Volume : Vol. 2(3), 399-404.


Abstract

The study aims to find out how the teacher's procedure to test the validity of the form of test questions.

So far, we always see teachers only give items to students only. But we don't know what the teacher actually did before giving the item.

Most validity test are done when conducting tests and evaluating.

At SDN Jatake 5 Kota Tangerang, we conducted this study aimed to find out the procedures and how to test the items.

The study was conducted with a qualitative approach with interviews as a data collection technique.

The results of this study indicate that the teacher's procedure in testing the validity of the test forms is very significant by analyzing the items using SPSS.

But on the other hand, not all teachers test the validity of the problem because it only measures the questions through the ability of understanding during the learning process.

In conclusion: the teacher's procedure for testing the validity of the form of the test is very significant and the items are declared valid. 

Keywords : Evaluation, Validity Test, Elementary School 

Sinopsis

Jurnal ini akan meneliti uji validitas soal bentuk tes di SDN Jatake 5 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara. 

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa ada beberapa guru yang sudah menggunakan prosedur uji dan ada yang belum menggunakannya. 

Uji validitas dilakukan oleh guru untuk membedakan butir soal yang sulit, sedang, dan mudah.

Butir soal tersebut mencakup 6 aspek kemampuan yaitu menyebutkan (C1), kepemahaman (C2), penerapan (C3), analisis (C4), menghubungkan (C5), dan memutuskan sesuatu (C6) dengan tingkatan materi serta ranah kognitif sesuai jenjang.

Buti-butir soal yang telah dibuat kemudian diberikan kepada siswa yang nantinya mereka hanya menjawab benar atau salah saja. Butir soal yang telah diisi akan dikumpulkan.

Kemudian guru membuat sebuah tabel untuk mengelompokkan jumlah jawaban siswa dan mengatergorikannya menjadi soal sulit, sedang, dan mudah.

Guru yang telah mengikuti prosedur uji validitas butir soal artinya telah menguji dahulu soal yang diberikan siswa. Pengujian dilakukan menggunakan SPSS dengan teknik pengujian korelasi Bivariate Pearson (Produk Momen Person).

Setelah diketahui pengelompokkan butir soal, guru akan mudah untuk melakukan evaluasi pembelajaran. Butir soal yang telah diketahui dan telah diuji validitasnya dengan hasil yang signifikan, maka soal tersebut telah dinyatakan valid.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dalam jurnal ini yaitu mampu memberikan informasi prosedur dalam uji validitas butir soal, sehingga sangat bermanfaat bagi guru khususnya yang akan melakukan proses penilaian terhadap siswanya.

Sedangkan kekurangannya, bahwa langkah-langkah dalam uji validitas butir soal tidak dijelaskan secara menyeluruh. Selain itu, tidak disediakan data yang konkrit. Sehingga pembaca harus mencari contoh butir-butir soal yang sesuai dengan aspek kemampuan siswa secara mandiri.

Simpulan dan Saran

Melalui jurnal ini kita dapat mengetahui bahwa untuk membuat butir-butir soal yang valid diperlukan uji validitas dengan menggunakan prosedur. Sehingga soal yang diujikan benar-benar soal yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Penelitian dalam jurnal ini dapat dikembangkan lagi khususnya terkait dengan data-data yang nyata sehingga dapat menjadi refleksi bagi pembacanya.



Admin Jurnal Papadaan

Guru dan Nilai-Nilai

(Foto dilansir dari situs pixabay.com)

Oleh Roni Aryanto

Konon, beberapa saat setelah Amerika Serikat dan sekutunya menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Kaisar Jepang Hirohito langsung meminta laporan pada para jenderalnya. Pertanyaan pertama yang meluncur dari mulutnya bukan berapa kerugian yang Jepang derita, bukan pula berapa jiwa yang menjadi korban karenanya. Kaisar Hirohito diluar dugaan bertanya, berapa guru yang tersisa? Sang Kaisar kemudian menitahkan penyelamatan dan rehabilitasi guru untuk menjadi prioritas utama. Pendidikan dan pelatihan guru baru menjadi prioritas berikutnya.


Cerita di atas mungkin hanya sepertiganya yang bernilai sejarah, tetapi fakta-fakta jaman now menunjukkan bahwa pemimpin Jepang jaman old telah mengambil keputusan yang terbukti tepat. Jepang modern telah menjadi salah satu negara paling maju di dunia. Mereka sangat kompetitif untuk bisa bersaing dengan negara-negara maju lain dalam berbagai bidang. Semuanya tentu berhulu pada sistem pendidikan yang tepat dengan guru sebagai ujung tombaknya. Guru memegang peran utama, dianggap sebagai profesi yang mulia dan mendapat penghargaan yang tinggi baik secara sosial, legal, maupun finansial.

Dalam tulisan ini kita tidak akan membahas tentang guru sebagai profesi formal dalam sistem pendidikan kita, apalagi sampai memperdebatkan ihwal kesejahteraan guru. Sungguh perdebatan tak berujung soal itu hanya akan mendegradasi marwah guru itu sendiri. Kita hanya akan berbicara tentang apa yang telah kita (guru) lakukan. 

Sudahkah kita menanamkan nilai-nilai?
Kenapa harus nilai-nilai? Karena kita hanya teringat dengan nilai yang satu, dan sering lupa akan nilai yang lain. Kita hanya pandai memberi predikat nilai dalam skala angka maupun aksara, tapi kita alpa memberi nilai (baca: teladan) dalam rupa karakter dan akhlak mulia. Salahkah kita? Ruang debat untuk saling mencari kesalahan akan masalah ini akan selalu terbuka, tentu kita tidak mau itu terus terjadi. Jadi, mari menyalahkan diri sendiri.

Dalam terjemahan bebas dari Oxford Learner’s Pocket Dictionary, nilai (score) berarti “predikat yang diperoleh dari hasil tes atau ujian”. Sedangkan nilai (value) berarti “kualitas yang menjadikan sesuatu menjadi berguna dan penting”. Selama ini, disadari atau tidak, kita menjual sebagian besar waktu kita “hanya” untuk memformulasikan nilai (score) anak didik kita. Sedangkan kepentingan nilai (value) mereka hanya sebatas dalam pemikiran, atau bahkan hanya dalam angan. Pastinya tidak semua dari kita, tapi tidak terbantahkan bahwa fakta tersebut benar-benar terjadi dalam ruang-ruang pendidikan kita.

Untuk menghindari ambigu lebih jauh dengan istilah nilai (score), nilai (value) bisa kita padankan dengan “karakter atau akhlak mulia”. Karakter inilah yang sesungguhnya akan membentuk manusia (anak didik) menjadi manusia seutuhnya. Tanpa karakter dan akhlak mulia, manusia yang mempunyai nilai (score) tinggi hanyalah akan menjadi manusia rendah, baik itu dimata manusia lain atau dimata Tuhan. Karena itu tidaklah berlebihan kalau kita bersepakat bahwa nilai karakter dan akhlak mulia lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan hanya sekedar nilai akademis berupa huruf dan angka.

Tentu saja nilai (score) tetap menjadi hal yang penting, terlebih sistem kurikulum pendidikan kita menegaskan hal itu. Dunia usaha pun sebagai output user juga masih mempersyaratkan kemampuan akademis tersebut. Tetapi sudah saatnya bagi kita para guru, dan tentu saja bagi pemangku kepentingan lainnya, untuk memberi perhatian lebih pada pendidikan karakter dan akhlak mulia.

Dalam Kilasan Kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016, pemerintah melalui Kemendikbud setidaknya menjabarkan 2 poin utama program penguatan karakter, yaitu (1) penguatan pendidikan karakter dan (2) penguatan karakter bangsa lewat kebudayaan. Hal tersebut jelas memperlihatkan peran yang diambil pemerintah dalam usaha untuk fokus pada masalah ini.

Mari mendengar cerita dari negara maju, kembali Jepang kita jadikan contoh. Mayoritas penduduk Jepang sangat disiplin. Mereka akan rela berjalan puluhan meter hanya untuk mencari zebra cross, padahal mereka bisa saja menyeberang di sembarang tempat. Sungguh suatu contoh kecil kesuksesan guru-guru Jepang dalam menanamkan nilai disiplin. Bisa saja cerita di atas tidak benar, tapi tidak ada salahnya jika kita berbaik sangka dengan mempercayainya. Faktanya, Jepang adalah negara maju karena karakter kuat penduduknya.

Seorang praktisi pendidikan pernah bercerita bahwa di Finlandia pendidikan karakter kejujuran sudah tuntas saat peserta didik masih duduk di tingkat yang setara dengan sekolah dasar. Kita bisa saja skeptis dan tidak percaya, tapi melihat kemajuan negara dan rendahnya kriminalitas di sana, sungguh bisa saja itu benar-benar terjadi. Dan masih banyak cerita lain tentang suksesnya guru-guru di negara maju yang sering terdengar di telinga kita. Jadi, kapan kita seperti mereka?

Mengutip istilah dari seorang pemuka agama Islam terkenal, mari kita mulai lagi semuanya dengan 3M. Yang pertama, “Mulailah dari diri sendiri”, karena tidak ada gunanya berargumentasi saling menyalahkan sedangkan akhlak kita belum tentu lebih baik. Tak elok menyuruh anak didik jujur sedangkan lidah kita tak ragu berkata bohong. Yang kedua, “Mulailah dari hal yang kecil”, karena semua yang besar selalu berawal dari yang kecil. Kebiasaan baik selalu dimulai dari hal yang kecil.

Yang terakhir, “Mulailah dari sekarang”. Kapan lagi? Sekarang. Penundaan hanya akan mengerdilkan masa depan anak-anak kita. Ataukah kita sudah terlalu nyaman dengan keadaan ini? Dengan cukup menuliskan nilai dalam huruf dan angka, sambil menghitung tunjangan sertifikasi?


Selamat Hari Guru.


*Penulis mengajar Bahasa Inggris di SMPN 2 Kusan Hulu

*Berkirim surat via roni.aryanto@yahoo.com 



Editor : Ahmad Riyan Nailanie, S.Pd.

Admin Jurnal Papadaan

Personal Branding Bagi Guru Penting

 

Personal Branding Bagi Guru Penting

Sri Supadmi, S.Pd

Kepsek SMPN 2 Kusan hulu, Kab. Tanah Bumbu


Tugas seorang guru bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban yaitu mendidik dan membimbing siswanya, memberikan materi kepada siswanya agar dapat menjadi generasi yang unggul dan cerdas. Akan tetapi seorang guru yang hebat juga harus memiliki kompetensi lain dan selalu berusaha mengikuti perkembangan jaman, serta bisa berkarya dalam bentuk apapun sesuai kompetensi yang dimilikinya. 

Setiap guru harus mampu menciptakan Personal Branding yang kuat dan dikelola dengan baik. Karena untuk menjadi maju salah satunya dengan mengelola kesan yang baik terhadap diri sendiri. Apa sih Personal Branding itu? Personal Branding adalah strategi membangun citra diri yang kuat. Personal Branding merupakan proses mengembangkan diri serta mempertahankan reputasi dan kesan individu. Citra diri menjelaskan tentang siapa diri anda yang sebenarnya, apa yang telah anda lakukan sebelumnya, dan apa visi, misi  anda kedepannya. Gabungan ketiganya membuat seseorang memiliki keunikan tersendiri dimata orang lain. 

Dengan branding yang kuat, maka akan membedakan diri anda dengan orang lain dan bisa memaksimalkan potensi yang anda miliki. Untuk membangun personal branding, setiap pribadi harus mampu menganalisa diri terlebih dahulu. Tanyakan kepada diri sendiri apa kelebihan terbesar anda hingga bisa membedakan dengan orang lain. Apa prestasi yang pernah anda raih, apa yang dibutuhkan orang lain ketika mendatangi anda dan apa yang orang lain katakan ketika orang mendengar nama anda.

Dalam membangun personal branding juga diperlukan sebuah komitmen, serta konsisten. Serta diperlukan perencanaan yang matang, bisa mengelola waktu dengan baik. Selain itu juga perlu memiliki sikap proaktif, memaksimalkan diri dalam bersikap, membangun relasi, mencari rekan yang bijak serta mampu mempertahankan citra profesional secara baik. Untuk memiliki personal branding yang kuat anda harus nyaman dalam melakukan pencitraan diri untuk mencapai tujuan dan tidak terlalu memaksakan diri, karena jika tidak pada akhirnya anda bisa kehilangan identitas diri.

Citra diri dalam personal branding menjelaskan sesuatu yang sangat spesifik dan merupakan cerminan ide-ide atau nilai-nilai dalam diri anda yang membedakan anda dengan orang lain. Kekhasan ini dapat dipresentasikan dalam bentuk kualitas pribadi, tampilan fisik atau keahlian. Sebuah citra diri yang hebat harus didasarkan pada sosok kepribadian yang apa adanya, dan hadir dengan ketidaksempurnaannya. Citra diri yang baik dan efektif perlu ditampilkan dengan cara yang berbeda sesuai cirri khas masing-masing guru atau individu.

Saya dahulu seorang guru Bimbingan dan Konseling SMP, di Kabupaten Tanah Bumbu. Dimana sekolah saya letaknya lumayan jauh dari perkotaan atau Ibukota Kabupaten. Dan sayapun tidak memiliki kualitas apa-apa dibanding guru lainnya. Saya hanya punya semangat dan motivasi untuk menjadi guru yang baik bagi seluruh siswa juga mampu bekerja dengan baik, rajin masuk ke sekolah sesuai jadwal, membimbing siswa dan bekerja apa adanya. Saya seorang guru yang tidak sempurna, dengan keterbatasan ilmu juga terbilang gaptek kata orang. Namun suatu ketika saya punya cita-cita dan motivasi yang kuat untuk memajukan diri saya sebagai seorang guru. Bukan hanya guru biasa tetapi guru yang luar biasa atau guru yang hebat, agar dikenal banyak orang dan dikagumi semua orang terkhusus siswa-siswa saya. Dan itu tidak mudah, karena saya tidak memiliki peluang untuk maju dan berkembang di sekolah yang terbilang pelosok dan kurang abdet. Kesempatan untuk keluar sekolah juga tak pernah ada, diklat kemana-mana tidak pernah dikirim, kecuali diklat prajabatan. Seperti katak dalam tempurung.

Suatu ketika saya menemukan dan mengenali diri saya seutuhnya. Saya yang notabene bukan guru bahasa atau ahli bahasa, namun ketika saya SMP dulu saya sering mengarang cerpen. Saya mencoba menggali kemampuan saya. Saya mulai menulis, apa saja saya tulis. Semua ide, gagasan, isi hati saya aktualisasikan lewat tulisan. Setiap hari saya menyisihkan waktu untuk menulis disela-sela kesibukan saya. Menulis tentang keresahan hati saya lewat artikel, cerpen juga puisi. Juga tentang ide-ide cemerlang saya dan pengalaman saya dalam mengajar.

Saya mulai mengirim tulisan ke Koran Radar Banjarmasin, tentang apa yang saya lakukan selama menjadi seorang guru. Selain itu juga di Koran Banjarmasin Pos, satu dua tiga artikel saya akhirnya bisa dimuat di Koran Daerah dan Koran Nasional. Suatu kebanggaan bagi saya pribadi dan sekolah saya. Tak mudah bagi saya bisa masuk ke Koran tersebut, padahal saya tak punya kenalan satupun dengan orang-orang yang ada di Koran Radar dan Banjarmasin Post. Dengan percaya diri saya menulis terus, bahkan setiap minggu wajah saya muncul di Koran tersebut. Akhirnya banyak orang mengenal saya baik di Kabupaten maupun di Propinsi karena tulisan-tulisan saya yang sering menghiasi halaman koran untukmu guru dan opini.

Lama kelamaan setelah orang mengenal saya, dan saya juga dipromosikan untuk ikut ajang guru berprestasi. Alhamdulillah dua kali menyabet juara 1 tingkat kabupaten dua  tahun berturut-turut. Kemudian saya mulai dikenal orang dan mengikuti organisasi di kabupaten. Dengan kemampuan saya menulis tersebut saya sering diundang untuk menjadi narasumber baik untuk penulisan artikel maupun sebagai instruktur kabupaten. Instruktur kurikulum dan instruktur PKB. Saya gali terus potensi saya dan tak kenal lelah untuk belajar dan komitmen selain membantu guru-guru se-Kabupaten juga Kabupaten lain dalam kepenulisan, saya tetap konsisten dan berusaha meluangkan waktu untuk diri saya sendiri yaitu setiap hari saya luangkan waktu untuk menulis dalam satu atau dua jam, baik pagi, sore ataupun malam. 

Hobi baru saya tekuni yaitu menulis, karena memang itu merupakan hobi sejak kecil. Hasilnya sekarang saya memiliki beberapa buku karya pribadi maupun karya bersama dan saya sering mengikuti ajang lomba atau event menulis baik cerpen maupun puisi dan hasilnya lumayan pernah dapat juara favorit dan juara 1. Mungkin itu kelebihan saya dibanding guru lainnya. Berkat personal branding yang saya ciptakan sendiri ternyata bisa mengantarkan karir saya sebagai seorang guru. Baik sebagai guru berprestasi juga sebagai guru motivator. Selain itu juga saya bisa dipromosikan sebagai kepala sekolah karena prestasi juga karir saya cepat melejit, kepangkatan saya bisa cepat dan melebihi guru yang lain. Karena saya bisa memanfaatkan personal branding saya dengan baik, sehingga sekarang saya dikenal orang, bukan hanya di Kabupaten bahkan di Propinsi juga di Nusantara karena karya saya. Mereka mengakuinya, banyak orang mencari dan mendatangi saya karena keunikan yang saya miliki. Dan saya sering berbagi ilmu yang saya miliki agar rekan-rekan guru bisa mengikuti jejak saya walaupun dengan latar belakang yang berbeda dan karya yang berbeda. Kami saling menguatkan satu sama lain.

Saya juga membangun relasi dengan orang-orang yang bisa mengapresiasikan karya saya, seperti bergabung dengan sastrawan, dengan Balai Bahasa, dengan Dispersip Kabupaten maupun Dispersip Propinsi, anggota Dewan, Penerbit, juga teman wartawan untuk mempromosikan karya-karya saya dan membeli karya-karya saya. Sehingga sekarang saya menulis selain untuk menyalurkan hobi juga untuk melancarkan karir saya dengan cepat. Bukan hanya point nilai angka kredit yang saya dapat tetapi juga koin yang saya dapat dari hasil menulis saya.

Untuk itu saya berharap kepada seluruh guru dimanapun berada. Gali potensi yang ada. Saya yakin anda bisa menemukan siapa diri anda, apa kelebihan yang anda punya untuk dikembangkan. Setiap orang mempunyai kemampuan dalam menemukan personal branding dengan skill dan passion masing-masing. Jangan menjadi orang lain, jadilah diri sendiri yang memiliki karakter, kualitas dan citra diri yang baik. Menjalankan citra diri positif secara terus menerus dan konsisten akan membentuk brand equity ( keunggulan merek) pada diri anda bahwa anda layak dijuluki guru hebat karena karya anda, karena kualitas diri anda.

Selamat Berkarya !!


Selamat Hari Guru Nasioanal !! 

(25 Nopember 2020)

Kusan hulu, 22 Nopember 2020

Penulis,

Sri Supadmi, S.Pd

Kepsek SMPN 2 Kusan Hulu

Kab. Tanah Bumbu, Kalsel

Email : srisupadmi_smpn1klhulu@yahoo.com

No. Wa/Telp : 081349680197



Editor : Ahmad Riyan Nailanie, S.Pd.