šŸ“¢ Selamat datang di media JURNALPAPADAAN.blogspot.com, memasuki umur media JP yang akan mendekati 4 Tahun di bulan maret 2025 nanti, media JP akan terus berupaya meningkatkan performa website dan isi konten berita maupun lainnya, untuk itu kami menerima donasi untuk membangun media ini agar lebih profesional lagi, bantuan dapat dikirim via walet dana di nomer 085822262967. Atas bantuan anda semua kami ucapkan terimakasih
Our Feeds
Showing posts with label Kalsel. Show all posts
Showing posts with label Kalsel. Show all posts
Redaksi Jurnal Papadaan

Orientasi PPPK Gelombang 1 Tahun 2025 di BPMP Kalsel Berjalan Sukses

Banjarbaru, 20 Februari 2025 – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanah Bumbu sukses menyelenggarakan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang 1 Tahun 2025 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalsel, Banjarbaru. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 19 hingga 21 Februari 2025, diikuti oleh 120 orang guru se-Kabupaten Tanah Bumbu. Tujuan orientasi ini adalah membekali para PPPK dengan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab mereka sebagai tenaga pendidik di lingkungan pemerintah khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu.


Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Tanah Bumbu yang diwakili oleh Sekretaris BKPSDM, Abdul Khaliq. Dalam sambutannya, Abdul Khaliq menyampaikan bahwa orientasi ini merupakan tahap awal yang sangat penting bagi para PPPK untuk memahami tugas dan tanggung jawab mereka di lingkungan kerja. Ia menegaskan bahwa dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi, etika kerja, serta peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan, para PPPK diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup orientasi nilai dan etika pada instansi pemerintah, kebijakan orientasi PPPK, pengenalan manajemen, serta penerapan fungsi dan tugas ASN di tempat kerja. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi pembuatan jurnal, penyusunan rencana aksi, dan evaluasi akademik guna memperkuat pemahaman mereka terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai ASN PPPK.


Kasubid Kompetensi Pimpinan Daerah dan Prajabatan, Abdul Haris, turut memberikan materi mengenai pengarahan program dalam orientasi ini. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesiapan PPPK dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan serta bagaimana mereka dapat berkontribusi secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di daerahnya.

Salah satu peserta, Ahmad Riyan Nailanie, yang merupakan guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP Negeri 2 Kusan Hulu Kecamatan Teluk Kepayang, menyatakan bahwa orientasi ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan rekan-rekan PPPK lainnya. “Kami mendapatkan banyak wawasan baru yang akan sangat membantu dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik. Terutama dalam memahami peran dan tanggung jawab kami sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ungkapnya.

Kegiatan ini akan ditutup besok dengan beberapa materi pembuatan Jurnal, Rencana Aksi, dan Evaluasi Akademik. Dengan berakhirnya orientasi ini, diharapkan para PPPK dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam tugas sehari-hari dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan di Kalimantan Selatan.

BKPSDM Kabupaten Tanah Bumbu berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan semangat baru, para PPPK diharapkan mampu menjadi bagian dari perubahan positif dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Reporter: Ryn/JP





Redaksi Jurnal Papadaan

Air Terjun Pal 14: Keindahan Tersembunyi di Kecamatan Teluk Kepayang, Tanah Bumbu

Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan — Kalimantan Selatan memiliki beragam keindahan alam yang memukau, salah satunya adalah Air Terjun Pal 14 yang terletak di Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu. Air terjun ini merupakan salah satu objek wisata alam yang masih sangat alami dan tersembunyi, menawarkan pesona alam yang jarang ditemukan di tempat lain. Dengan pemandangan yang memikat dan suasana yang sangat tenang, Air Terjun Pal 14 menjadi destinasi yang sangat tepat bagi para pencinta alam yang ingin menikmati keindahan alam yang belum banyak terjamah.


Menyusuri Keindahan Alam Air Terjun Pal 14


Air Terjun Pal 14 adalah sebuah air terjun alami yang terletak di tengah hutan tropis yang lebat. Dengan ketinggian sekitar 10 hingga 15 meter, air terjun ini menawarkan pemandangan yang luar biasa. Aliran air yang jernih mengalir dari atas bebatuan besar, menciptakan kolam alami di bawahnya yang dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang. Suara gemericik air yang mengalir bersama desiran angin dan kicauan burung hutan menambah suasana damai yang jarang ditemukan di kawasan perkotaan.


Keindahan alam sekitar air terjun ini masih sangat alami, karena belum banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Tempat ini terasa seperti surga tersembunyi yang menawarkan ketenangan dan kedamaian bagi siapa saja yang ingin menikmati alam tanpa gangguan. Dengan kondisi alam yang masih asri, Air Terjun Pal 14 menjadi destinasi yang sangat cocok untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari dan menjauh dari keramaian.


Perjalanan Menuju Air Terjun: Petualangan yang Menguji Ketahanan


Salah satu alasan mengapa Air Terjun Pal 14 masih jarang dikunjungi oleh wisatawan adalah aksesnya yang cukup menantang. Jalan menuju lokasi sangat bergantung pada kondisi cuaca, dan pada musim hujan, jalanan menjadi sangat becek dan berlumpur. Pengunjung yang ingin sampai ke air terjun ini harus menempuh perjalanan yang cukup berat, baik menggunakan kendaraan 4x4 maupun kendaraan dengan ground clearance tinggi.



Perjalanan menuju lokasi akan membawa pengunjung melalui jalanan yang terjal dan penuh dengan bebatuan besar, yang kadang-kadang sulit dilalui. Terlebih lagi, saat musim hujan, jalanan akan semakin licin dan berlumpur, sehingga pengunjung harus berhati-hati dan memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi baik.


Namun, meskipun perjalanan menuju Air Terjun Pal 14 bisa sangat menantang, keindahan alam yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan akan membuat usaha tersebut sebanding. Pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan tropis yang lebat, dengan berbagai jenis tanaman dan pohon yang tumbuh subur di sepanjang jalan. Suara alam yang alami, seperti gemericik air dari sungai dan kicauan burung, juga akan menemani perjalanan ini.



Pesona Alam yang Masih Terjaga


Keindahan yang dimiliki oleh Air Terjun Pal 14 sangat dipengaruhi oleh kondisi alam di sekitarnya yang masih sangat alami dan terjaga. Tidak ada pembangunan fasilitas komersial di sekitar lokasi, seperti penginapan atau warung makan, yang menjadikan tempat ini semakin menarik bagi mereka yang ingin menikmati alam dalam bentuk aslinya. Tidak ada gangguan dari keramaian atau kebisingan kota, sehingga suasana yang tercipta sangat damai dan menenangkan.


Lokasi ini sangat cocok bagi para pencinta alam, petualang, atau bahkan fotografer yang ingin menangkap keindahan alam dalam kondisi yang paling alami. Keberadaan air terjun yang tersembunyi ini memberikan kesan eksklusif dan menantang bagi siapa saja yang ingin mencapainya. Pengunjung dapat menikmati suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk kota dan mendapatkan pengalaman yang memuaskan dalam menjelajahi keindahan alam yang masih sangat murni.


Fasilitas yang Terbatas: Kembali ke Alam


Salah satu hal yang membedakan Air Terjun Pal 14 dari objek wisata lainnya adalah tidak adanya fasilitas yang memadai di sekitar lokasi. Tempat ini belum dikelola secara komersial, yang berarti tidak ada penginapan, warung makan, atau toilet yang tersedia untuk pengunjung. Oleh karena itu, bagi mereka yang berniat untuk berkunjung ke air terjun ini, disarankan untuk membawa perbekalan seperti makanan, minuman, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan selama perjalanan.


Karena lokasi ini masih sangat alami dan belum terjamah oleh pembangunan, pengunjung juga diharapkan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam dengan tidak membuang sampah sembarangan. Keberadaan fasilitas yang terbatas ini justru menambah nilai alami dari Air Terjun Pal 14, memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan alam dan memaksa pengunjung untuk lebih menghargai keindahan yang ada.


Tips Berkunjung ke Air Terjun Pal 14


1. Perjalanan: Mengingat kondisi jalan yang sulit, pastikan menggunakan kendaraan 4x4 atau kendaraan dengan ground clearance tinggi untuk menghindari kendala di jalan berbatu dan berlumpur.

2. Waktu Kunjungan: Sebaiknya berkunjung pada musim kemarau untuk menghindari kondisi jalan yang licin dan berlumpur. Selain itu, musim kemarau juga memberikan pemandangan yang lebih jelas dan terhindar dari hujan yang dapat mengganggu perjalanan.

3. Perlengkapan: Bawa perlengkapan yang cukup, seperti bekal makanan dan minuman, perlengkapan untuk berkemah (jika diperlukan), serta pakaian dan alas kaki yang sesuai untuk trekking di medan yang berat.

4. Kebersihan: Pastikan untuk membawa kantong plastik untuk sampah pribadi dan selalu menjaga kebersihan di sekitar area wisata. Jangan meninggalkan sampah di alam.

5. Keamanan: Selalu berhati-hati saat berada di sekitar air terjun, terutama di tepi kolam yang licin. Disarankan untuk berkunjung bersama teman atau dalam kelompok untuk menjaga keselamatan.


Kesimpulan


Air Terjun Pal 14 di Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, adalah sebuah destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Dengan kondisi alam yang masih terjaga dan belum banyak terjamah, tempat ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati ketenangan dan kedamaian yang hanya bisa ditemukan di alam bebas. Walaupun perjalanan menuju lokasi cukup menantang, keindahan yang ditawarkan oleh Air Terjun Pal 14 akan membuat segala usaha yang dilakukan sepadan.


Bagi mereka yang mencari pengalaman alam yang sesungguhnya dan ingin merasakan kedamaian jauh dari keramaian kota, Air Terjun Pal 14 adalah pilihan yang tepat. Sebuah tempat yang menawarkan keindahan tersembunyi yang siap memikat hati siapa saja yang berani menempuh perjalanan menuju lokasi ini.


Reporter: Ryn/JP




Redaksi Jurnal Papadaan

Gerakan Pramuka SMAN 1 Kusan Hulu: Aksi Peduli Korban Bencana Kebakaran di Desa Darasan Binjai Teluk Kepayang

Penyaluran bantuan dana berupa uang tunai kepada para korban bencana kebakaran di Desa Darasan Binjai RT 01 Kecamatan Teluk Kepayang Kabupaten Tanah Bumbu oleh Gerakan Pramuka SMAN 1 Kusan Hulu, Kamis (03/02) Foto/Ryn/ARN/JP

JURNALPAPADAAN, KUSAN HULU - Aksi peduli korban bencana kebakaran di desa Darasan Binjai yang dilakukan siswa-siswi gerakan pramuka SMAN 1 Kusan Hulu disambut baik para korban, Kamis (03/02).

Dalam kunjungannya, Ahmad Syifa Khairanie, selaku Ketua Putra Ambalan Gerakan Pramuka SMAN 1 Kusan Hulu bersama para anggota, sempat melakukan perbincangan dengan para korban.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun dua rumah warga berhasil hangus di lalap si jago merah dan kerugian ditaksir hingga ratusan juta," ujar Syifa dalam keterangannya kepada JURNALPAPADAAN.

Selain itu, Ahmad Mak'ruf selaku Kerani Putra Gerakan Pramuka SMAN 1 Kusan Hulu menambahkan proses penggalangan dana untuk para korban.

Penggalangan dana dilakukan hari Rabu (02/02) di wilayah intern SMAN 1 Kusan Hulu kemudian dilanjutkan ke beberapa desa yang berada di wilayah kecamatan Kusan Hulu.

"Alhamdulillah semua proses penggalangan dana berjalan lancar, banyak pihak yang ikut andil dalam menyalurkan sedikit rezekinya untuk para korban," ucapnya.

"Rencananya bantuan dana berupa uang tunai akan kami salurkan langsung kepada para korban," pungkas Mak'ruf.

Ahmad Efendi usia (49) warga desa Darasan Binjai salah satu korban bencana kebakaran mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Gerakan Pramuka SMAN 1 Kusan Hulu beserta para anggota yang telah memberikan bantuan dana.

"Kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada adik-adik yang telah membantu meringankan beban kami," ucap Efendi.

Peristiwa amukan si jago merah itu terjadi pada hari Selasa, (01/02) pukul 03.00 dini hari bertempat di Desa Darasan Binjai RT 01 Kecamatan Teluk Kepayang Kabupaten Tanah Bumbu.

Belum ada keterangan yang pasti penyebab terjadinya kebakaran, namun dugaan sementara menurut para warga setempat, api disebabkan karena konsleting listrik pada salah satu rumah warga.


Ryn/ARN/JP

Redaksi Jurnal Papadaan

PGRI Kusan Hulu Berikan Penghargaan Anugerah Insan Cendikia Kepada Kepsek dan Guru SMPN 2 Kusan Hulu

PGRI Cabang Kecamatan Kusan Hulu berikan penghargaan anugerah insan cendikia kepada Kepsek dan guru SMPN 2 Kusan Hulu, Senin (20/12). Foto Nurul/KH 

Persatuan Guru Republik Indonesia Cabang Kecamatan Kusan Hulu berikan penghargaan kepada penerima anugerah insan cendikia cabang Kecamatan Kusan Hulu, Senin, (20/12).

Apresiasi itu sebagai bentuk penghargaan yang tinggi kepada para guru yang mampu meningkatkan indeks prestasinya di dunia pendidikan.

Ketua PGRI Cabang Kecamatan Kusan Hulu, Yusmiadi mengatakan, ini acara silaturahmi sekaligus pemberian penghargaan kepada penerima anugerah insan cendikia cabang Kecamatan Kusan Hulu.

"Sebenarnya sudah kami persiapkan setelah acara penerimaan anugerah insan cendikia yang dilaksanakan PGRI Kabupaten Tanbu, namun adanya beberapa faktor sehingga baru sekarang kami berikan," ucapnya.

Yusmiadi juga memberikan ucapan dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk penerima anugerah insan cendekia cabang Kecamatan Kusan Hulu, baik itu kategori Kepsek berdedikasi Sri Supadmi, Guru PNS berdedikasi Roni Aryanto dan Guru Non PNS berdedikasi Ahmad Riyan Nailanie.

"Alhamdulillah tahun ini, SMPN 2 Kusan Hulu mendapatkan 3 kategori penghargaan sekaligus, ini menjadi motivasi buat kawan-kawan guru yang lain untuk lebih meningkatkan kompetensinya di dunia pendidikan," imbuhnya.

Selain itu, Sekretaris PGRI Cabang Kusan Hulu, Kurdi juga mengungkapkan penghargaan yang luar biasa kepada penerima anugerah insan cendikia di Kecamatan Kusan Hulu.

"Kami ucapkan selamat kepada para penerima anugerah insan cendikia tahun ini, semoga tahun depan semakin banyak para guru cendikia yang lahir membawa harum PGRI terkhusus untuk cabang Kecamatan Kusan Hulu," pungkasnya. (RynJp/Ryn)
 
Redaksi Jurnal Papadaan

Bimbingan Teknis Penulisan Berita: Anggota PGRI Tanbu Akui Sulitnya Mengisi Konten Web

 

Bimbingan Teknis Blog dan Website PGRI Tanah Bumbu, Sabtu (18/12) bertempat di Aula Cendikia Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu. Foto/PGRI Tanbu/RynJp

JURNALPAPADAAN.COM, Gunung Tinggi - Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Tanah Bumbu lanjutkan kegiatan bimbingan teknis blog dan website, Sabtu, (18/12) bertempat di aula cendikia Disdikbud Tanbu.

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari bimtek blog dan website yang telah dibuka pada Sabtu, (11/12) pekan lalu.

Rafi Hamdi selaku Kesekretariatan Staf IT PGRI Tanbu mengatakan tujuan bimtek selain untuk meningkatkan digitalisasi, juga ada perpaduan dengan pelatihan mengisi konten berita di web.

"Tentu bimtek kali ini, kami mengundang pemateri yang kompeten di bidang jurnalistik," ucapnya.

Sementara itu Muzakir Munzir pemateri bahasa jurnalistik dalam bimtek blog dan website menjelaskan bahwa memang ada perbedaan dalam segi kaidah kebahasaan umum dan ragam bahasa jurnalistik.

"Meskipun ada perbedaan, penulisan konten web itu tergantung substansi dimana kita menulis," imbuhnya.

Indah Dwi Rohmawati salah satu peserta bimtek perwakilan PGRI cabang Mentewe, mengakui kesulitannya dalam menulis adalah membuat headline.

"Susahnya itu ketika kita menentukan headline dalam tulisan artikel maupun berita," pungkasnya. (Ryn/JPRyn)

Redaksi Jurnal Papadaan

Kreativitas Baru di Tengah PPKM Level 3, Pengawas Sekolah Kuranji Ini Bikin Bioflok Ikan Papuyu.

Kolam bioflok ikan papuyu yang digagas oleh pengawas sekolah Kuranji, Kaslan, yang bertempat tinggal di Desa Binawara Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (29/07) | Foto Jurnal Papadaan


Di tengah masa pandemi Covid-19 yang terbilang tinggi di Kabupaten Tanah Bumbu dan adanya pemberlakuan PPKM Level 3 terhitung mulai tanggal 26 Juli hingga 8 Agustus 2021 nanti.

Banyak masyarakat yang terdampak dan harus terpaksa mengurangi aktifitas kerumunan demi menaati peraturan pemerintah.

Tidak hanya itu beberapa desa pun yang berada di kawasan Kabupaten Tanah Bumbu mulai membuat pos-pos penjagaan.

Namun semua itu tidak mengurangi ide dan kreatifitas warga untuk membuat hal yang menarik di rumah selama PPKM berlangsung.

Hal inilah yang digagas seorang pengawas sekolah kecamatan Kuranji, Kaslan, yang bertempat tinggal di Desa Binawara. Di masa PPKM ini beliau memiliki ide kreatifnya untuk membuat bioflok pembudidayaan ikan papayu secara sederhana.

Dikonfirmasi dikediamannya di Desa Binawara, Kamis (29/7) pagi tadi, beliau mengatakan bahwa bioflok ini dibuat sekedar untuk menyalurkan hobi saja.

"Awalnya hanya search di google tentang bioflok ikan, kemudian ada keinginan membuat bioflok ikan papuyu," ujarnya kepada Jurnal Papadaan.

"Ikan papayu itu didapat dari hasil memancing dan membeli bibitnya di Banjarmasin," paparnya.

Jumlah bibit ikan papuyu yang ada di bioflok berjumlah lebih dari seratus ekor dan akan dibuatkan lagi satu kolam untuk menampung bibit ikan papuyu lainnya.

"Untuk sementara ikan-ikan di bioflok ini tidak dijual hanya untuk di konsumsi sendiri, karena masih pemula" tambahnya.

Editor : Ryn/JP






Redaksi Jurnal Papadaan

Ukir Sejarah Keorganisasian Melalui Muscablub: Gerakan Pramuka Tanah Bumbu Harus Solid

Musyawarah Cabang Luar Biasa Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tanah Bumbu di Hotel Ebony, Senin 17/05 yang dihadiri oleh Wakil Bupati Tanah Bumbu, Muhammad Rusli sebagai calon Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tanah Bumbu | Foto Asf/Jp

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tanah Bumbu telah menukilkan sejarah dalam perjalanan keorganisasian untuk pertama kalinya menyelenggarakan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub), Senin (17/5) kemarin di Hotel Ebony Batulicin.

Muscablub bisa terlaksana jika menghadapi hal-hal yang luar biasa di luar waktu penyelenggaraan musyawarah. 

Pelaksanaan Muscablub ini berdasarkan usulan tertulis oleh beberapa Kwartir Ranting setelah berkonsultasi dengan majelis pembimbing. Usulan itu secara resmi diakomodir kepengurusan kwartir cabang yang masih aktif dengan membentuk panitia penyelenggara Muscablub. 

"Lega rasanya dapat melaksanakan dan menyelesaikan tugas yang telah diamanahkan kepada saya," ungkap Ahmad Surya Fanie yang akrab disapa kak Surya, seorang Andalan Cabang sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Muscablub Kwartir Cabang Tanah Bumbu tahun 2021.

Muscablub yang terselenggara dihadiri oleh 7 utusan Kwartir Ranting dari total 10 Kwartir Ranting, yakni Kwarran Satui, Angsana, Sungai Loban, Batulicin, Karang Bintang, Mantewe, dan Kusan Hulu, serta 1 utusan Kwartir Cabang. Adapun 3 Kwarran yang tidak berhadir adalah Kusan Hilir, Simpang Empat, dan Kuranji. 

Menurut panitia, undangan sudah disebar seluruhnya ke Kwarran-Kwarran, para unsur Mabicab, Mabisaka, Pinsaka, dan Para Andalan Cabang.

Tujuan dari diselenggarakannya Muscablub adalah untuk memilih Ketua Kwartir Cabang pergantian antar waktu masa bakti 2019-2024.

Dalam penyelenggaraan Muscablub kemarin Wakil Bupati Tanah Bumbu, Muhammad Rusli mencalonkan diri sebagai Ketua Kwartir Cabang pergantian antar waktu dan merupakan calon tunggal. 

Beliau mendapat suara mutlak dari seluruh peserta utusan Kwarcab dan Kwartir Ranting dan ditetapkan oleh pimpinan sidang (Ahmad Surya Fanie) sebagai Ketua Kwartir Cabang PAW terpilih. 

"Melalui penyelenggaraan Muscablub ini, kami berharap pengurus Kwartir Cabang dan seluruh Kwartir Ranting lebih solid lagi dalam menjalankan roda organisasi serta mampu bersinergi untuk kemajuan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tanah Bumbu di bawah kepemimpinan kakak Muhammad Rusli," ungkap kakak Kartini selaku Ketua Harian Kwartir Cabang Tanah Bumbu.

Editor : Asf/Ryn/Jp

Redaksi Jurnal Papadaan

Disperta Kabupaten Tanah Bumbu Optimalkan Pemeriksaan dan Pemberian Obat Secara Gratis Terhadap Hewan Ternak

Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu melalui Balai Penyuluhan Pertanian Kabupaten Kecamatan Kusan Hulu didampingi aparat desa setempat melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pemberian obat secara gratis terhadap hewan ternak yang dikelola kelompok ternak sapi Al-Istiqomah desa Darasan Binjai Kecamatan Teluk Kepayang Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (30/3) | Foto Sydn/Jp

Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Tanah Bumbu melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kusan Hulu didampingi aparat desa Darasan Binjai melaksanakan kegiatan pelayanan masal terhadap hewan ternak, Selasa (30/3), kemarin.

Pelayanan itu bertujuan mengurangi rentan penyakit dan resiko kematian terhadap hewan ternak yang dikelola kelompok ternak sapi Al-Istiqomah di desa Darasan Binjai Kecamatan Teluk Kepayang Kabupaten Tanah Bumbu.

Ada sekitar seratus ekor hewan ternak sapi diberikan pelayanan pemeriksaan dan pemberian obat secara gratis.

Dalam kesempatan itu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kusan Hulu, Sri Suharti mengatakan pelayanan gratis ini tentu sangat membantu para peternak sapi yang berada di desa Darasan Binjai.

''Dengan adanya pelayanan servis ini, sedikit banyaknya mengurangi resiko penyakit dan kematian terhadap ternak," pungkasnya.

Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Tanah Bumbu, Abdi Rahim sangat berterimakasih kepada kelompok ternak sapi Al-Istiqomah di Desa Darasan Binjai yang sangat antusias menyambut program dari Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu.

"Alhamdulillah dalam pelaksanaannya kemarin, kelompok ternak sapi Al-Istiqomah desa Darasan Binjai sangat antusias mempersiapkan teknisnya," ujarnya.

Selain itu penyelia dokter hewan kabupaten Tanah Bumbu, Nanang Sevina mengatakan bahwa dalam pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kemarin, semua hewan ternak dalam keadaan sehat.

"Semua sapi yang dikelola kelompok ternak Al-Istiqomah dalam keadaan sehat sehingga semuanya berjalan lancar," bebernya.

Sekdes desa Darasan Binjai, Aspiyani yang juga turut berhardir dalam kegiatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu yang bersedia memberikan pelayanan gratis terhadap kelompok ternak sapi yang berada di desa Darasan Binjai Kecamatan Teluk Kepayang Kabupaten Bumbu.

"Kami sangat berterimakasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu yang telah memberikan pelayanan masal berupa pemeriksaan dan pengobatan secara gratis, ini tentu sangat membantu para peternak kami," ucapnya.

Ketua Kelompok ternak Al-Istiqomah, Saipul juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu yang telah banyak membantu para peternak sapi yang ada di desa Darasan Binjai.

"Kami berharap kedepannya pemeriksaan dan pemberian obat secara gratis ini dapat terus berlanjut untuk mengoptimalkan kesehatan hewan ternak," ujar Saipul kepada Jurnal Papadaan.

Editor : Ryn/Jp
 
Redaksi Jurnal Papadaan

Blogger Memang Bukan Wartawan Resmi Namun Karyanya Perlu Diapresiasi Selama tidak Melanggar UU ITE

Ilustrasi ini diambil dari situs resmi pixabay.com

Sekian banyaknya media online yang beredar masih banyak yang belum terverifikasi Dewan Pers. 

Namun saya di sini tidak membahas tentang itu karena saya juga blogger pemberitaan yang juga belum terverifikasi Dewan Pers.

Sebenarnya walaupun saya hanya blogger tapi saya juga lulusan wartawan LPWI (Lembaga Pendidikan Wartawan Indonesia) yang memiliki sertifikat yang menyatakan saya mengikuti pelatihan wartawan dan bukan wartawan bodrek yang tidak ada ilmu mengenai jurnalistik.

Hanya saja saat ini saya tidak melamar di media resmi karena pekerjaan utama saya sebagai guru Bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu.

Namun saya memiliki impian membangun media pers sendiri berbadan hukum dan terverifikasi Dewan Pers suatu saat nanti dari media blogger pribadi.

Tujuan adanya tulisan ini sebenarnya hanya sebagai opini bahwa setiap orang berhak mengolah dan menyampaikan informasi.

Ini merujuk pada UU 1945 tentang hak kebebasan bependapat, hak dasar yang dimiliki oleh setiap individu dalam sebuah negara tercantum pada konstitusinya.

Di Indonesia sendiri sebenarnya kebebasan untuk berpendapat telah diatur dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) sebagai berikut:

Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Disamping itu, perlu juga dilihat ketentuan dalam Pasal 28F UUD 1945, yang berbunyi:

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Jika kita perhatikan mengapa banyak sekali media/blogger yang masih belum berbadan hukum, kemungkinan media itu memang tidak memiliki modal untuk pendirian PT sehingga para media baru masih perlu berproses sebelum menjadi media besar.

Untuk itulah pertanyaan saya, jika semua media yang berisikan konten pemberitaan dikenakan UU ITE, lalu bagaimana sejenis platform YouTube juga yang belum terverifikasi Dewan Pers. Apakah akan dikenakan UU ITE?

Menurut saya dalam penertiban media perlu diperhatikan beberapa rujukan seperti, media tersebut terbukti melanggar hukum, menyebarkan konten berita palsu, melakukan pemerasan dan konten pornografi.

Jika sebuah media tidak resmi melakukan pelanggaran hukum, saya tidak keberatan untuk dilakukan penertiban dan proses hukum yang berlaku.

Inilah kiblat para pemilik media individu seperti blogger dan platform lainnya untuk tetap berhati-hati dalam melakukan segala aktivitas jurnalistik walaupun kalian bukan wartawan resmi tapi asalkan tulisan itu berbobot saya rasa itu juga termasuk dalam kegiatan jurnalistik yang profesional.

Editor : Ryn/Jp


Redaksi Jurnal Papadaan

Bayi Mungil Zeya Ini Tak Memiliki Anus Sejak Lahir Orangtuanya Harapkan Bantuan

Zeya Saema Ulfa putri kedua dari pasangan suami istri Rendi Irawan dan Diah Agustina itu lahir tanpa anus, saat dikonfirmasi media JURNALPAPADAAN.COM di kediamannya di desa Tapus RT.02 Kecamatan Teluk Kepayang Kabupaten Tanah Bumbu | Foto Rnd/Jp

JURNALPAPADAAN.COM, DESA TAPUS - Malang sekali..! Nasib bayi mungil bernama Zeya Saema Ulfa, putri kedua yang lahir dari pasangan suami istri Rendi Irawan (25) dan Diah Agustina (24) lahir tanpa anus.

Dikonfirmasi di kediamannya di desa Tapus Kecamatan Teluk Kepayang Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (20/3) tadi. Rendi membenarkan bahwa putrinya yang baru berusia 6 hari itu lahir tanpa anus.

"Putri saya lahir tanpa anus sejak lahir, jadi untuk BAB melalui organ intimnya," ujar Rendi kepada Jurnal Papadaan.

Pihak puskesmas setempat yang menangani persalinan Zeya menyarankan agar putrinya segera dioperasi.

Namun keterbatasan ekonomi dengan biaya operasi yang tidak sedikit, mengakibatkan orangtuanya belum mampu mengambil tindakan untuk putrinya.

"Memang pihak puskesmas menyarankan agar segera dilakukan operasi, namun kami masih terkendala biaya," ucap Rendi.

Saat ini Orangtua Zeya hanya berharap adanya uluran kasih dari semua pihak untuk biaya operasi putrinya.

Media JURNALPAPADAAN.COM membuka donasi untuk membantu meringankan biaya operasi Zeya. Setiap bantuan yang anda salurkan sangat berarti bagi kesembuhannya.

Silahkan kirimkan bantuan kalian dalam bentuk uang melalui rekening BANK KAL-SEL kami di nomor 010.03.01.20.567.9 a/n Ahmad Riyan Nailanie.

Setelah melakukan transfer, diharapkan melakukan konfirmasi nama dan nominal transfer di nomor 081257725367 agar memudahkan kami dalam mengupdate bantuan anda di media kami.

Editor: Ryn/Jp







Redaksi Jurnal Papadaan

Kunjungan Camat Kusan Hulu: Usaha Budidaya Ikan Nila di Desa Binawara Sangat Menjanjikan

Camat Kusan Hulu Herlambang nampak dari depan (kiri) mengenakan kaos warna abu-abu bersama Kepala Desa Binawara Noor Rahman (kanan) mengenakan kaos warna kuning di dampingi Ketua dan anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Nila (POKDAKAN) Tarik Mantah dalam kunjungan ke tempat Pembudidayaan Ikan Nila di Desa Binawara, Jum'at (19/3) | Foto Sryd/Jp

JURNALPAPADAAN.COM, KUSAN HULU -Setelah peresmian dan penebaran 35 ribu bibit ikan nila dengan sistem keramba jaring apung pada bulan Februari lalu. Kini bibit ikan nila yang dikelola Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Tarik Mantah desa Binawara kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu telah berumur 25 hari.

Dalam perkembangannya itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu (Bagian Penyuluhan) M. Yusuf mengatakan bahwa pada bulan Mei nanti beberapa ikan nila ditargetkan siap untuk dipasarkan.

"Kami menargetkan pada bulan Mei nanti beberapa ikan nila ada yang sudah siap untuk dipasarkan," ujar M. Yusuf.

"Untuk itu kami berharap perkembangan ikan nila ini harus tetap diperhatikan dengan baik agar sesuai dengan target yang diharapkan," tambahnya.

Suryadi Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Tarik Mantah desa Binawara mengatakan bahwa sampai hari ini bibit ikan nila yang telah ditebar di 13 keramba jaring apung semuanya sehat dan terawat sesuai dengan anjuran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu.

"Alhamdulillah atas bimbingan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu ikan nila yang sudah kami kelola semuanya dalam keadaan sehat," pungkasnya kepada Jurnal Papadaan.

Camat Kusan Hulu Herlambang dalam kunjungannya menyempatkan diri memberikan pakan ikan nila secara langsung di keramba jaring apung milik Kelompok Pembudidaya Ikan Nila (POKDAKAN) Tarik Mantah Desa Binawara, Jum'at (19/3) |Foto Sryd/Jp

Selain itu Camat Kusan Hulu Herlambang di dampingi Kepala Desa Binawara Noor Rahman turut berhadir mengunjungi tempat pembudidayaan ikan nila di desa Binawara.

Dalam kunjungannya pada Jum'at (19/3) tadi Camat Kusan Hulu menyempatkan diri memberikan pakan ikan nila secara langsung di keramba jaring apung milik Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Tarik Mantah desa Binawara.

"Saya sangat mengapresiasi semua kegiatan Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Tarik Mantah desa Binawara ini, semoga budidaya ikan nila ini sukses dan dapat menjadi aset desa kedepannya," ucapnya.

"Ikan nila ini sangat laku dipasaran sehingga jika dikelola dengan baik hasilnya akan sangat menjanjikan," bebernya.

Herlambang juga berpesan kepada Kepala Desa Binawara agar selalu berkoordinasi dengan pihak terkait terutama dengan (Bagian Penyuluhan) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu.

Editor : Ryn/Jp







Redaksi Jurnal Papadaan

Wow..! Salah Satu Peserta Workshop Blog Dispersib Tanah Bumbu Ada yang Berasal dari Kotabaru

Foto bersama sebelum pembubaran kepanitiaan acara workshop blog yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Komunitas Kopi Ambar tanggal 24-25 Februari 2020 | Foto Jurnal Papadaan

Mengejutkan..! workshop blog yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Februari 2020 kemarin oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanah (Dispersib) bekerjasama dengan Komunitas Kopi Ambar itu ternyata dihadiri peserta dari kabupaten lain.

Ridwan salah satu peserta dari Kabupaten Kotabaru mengungkapkan bahwa kegiatan workshop blog ini sangat dinantikan dirinya.

"Jujur saya sangat antusias dengan workshop blog ini, karena di Kabupaten Kotabaru sendiri belum ada, jadi saya rela jauh-jauh hanya untuk ikut," ungkapnya kepada pantia workshop.
Seluruh peserta workshop blog yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah kabupaten Tanah Bumbu bekerjasama dengan Komunitas Kopi Ambar tanggal 24-25 Februari 2020| Foto Ryn/Jp

Ini sesuatu yang tidak diduga, pelaksanaan kegiatan workshop blog yang sebelumnya dibatasi dari jumlah peserta ternyata tidak menyurutkan antusias dari kabupaten lain untuk berpartisipasi.

Kopi Ambar sendiri adalah akronim dari komunitas pegiat gambar, semua yang bergerak di dimensi gambar bisa connect dengan komunitas ini, tapi semakin kesini kopi ambar semakin berwarna dengan memberikan wadah dan kreatifitas bagi anggotanya untuk selalu berkembang dengan ide yang berbeda-beda.

Aris Purnomo ketua dari Komunitas Kopi Ambar mengatakan bahwa implementasi dari semua kegiatan workshop ini adalah hasil yang kedepannya diharapkan peserta dapat melahirkan konten yang berkaitan dengan K
abupaten Tanah Bumbu.

"Sesuai dengan temanya yaitu berliterasi di blog, wujudkan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, implementasinya nanti kami berharap para peserta dapat menghasilkan berbagai konten bernuansa Kabupaten Tanah Bumbu yang dapat diperkenalkan melalui media blog," ujar Aris kepada Jurnal Papadaan.

Ketua panitia pelaksana workshop blog, Raffi juga mengatakan bahwa semua peserta yang mengikuti pelatihan blog sangat antusias hingga akhir acara.

"Alhamdulillah workshop kemarin semua berjalan lancar, walaupun dengan keterbatasan protokol kesehatan, semua peserta tertib dan sangat antusias. Nanti insya allah tidak lanjutnya kami akan mengadakan lomba blog," pungkas Rafi.

"Kedepannya saya berharap Komunitas Kopi Ambar ini nantinya dapat menjadi pionir kreativitas bagi kaum muda khususnya yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu," tambah Raffi.

Editor : Ryn/Jp



Redaksi Jurnal Papadaan

Tingkatkan SDA Desa: Suci Ayu Apresiasi Kelompok Budi Daya Ikan Nila di Desa Binawara

Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Suci Ayu (kiri) nampak dari depan berdampingan dengan Kapolsek Kusan Hulu secara simbolis serahkan benih ikan nila kepada Suryadi Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN), desa Binawara Kecamatan Kusan Hulu, (22/2) pagi tadi | Foto Jurnal Papadaan

JURNALPAPADAAN.COM, KUSAN HULU -Wow...! tingkatkan sumber daya desa, kepala desa Binawara didampingi anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu dan MUSPIKA (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) Kusan Hulu beserta Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu resmikan dan serahkan benih ikan nila kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Tarik Mantah desa Binawara, Senin (22/2) pagi tadi.

Suryadi Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Tarik Mantah desa Binawara kecamatan Kusan Hulu mengatakan bahwa tujuan dari pembudidayaan ikan nila ini agar kedepannya masyarakat desa Binawara dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui pengelolaan dan pembudidayaan ikan.

"Saya berharap pengembangan budi daya ikan nila ini nantinya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa Binawara," ujarnya kepada Jurnal Papadaan.

Suryadi juga mengatakan bibit ikan yang ditebar di 13 keramba jaring apung ada sekitar 35 ribu bibit ikan nila.

Kepala Desa Binawara kecamatan Kusan Hulu Noor Rahman menggunakan pakaian dinas dan masker warna hijau nampak dari depan berdiri memberikan sambutannya pada acara kegiatan serah terima dan penebaran benih ikan nila dengan sistem keramba apung yang dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Tarik Mantah, Selasa (22/02) |Foto Jurnal Papadaan

Kepala Desa Binawara Noor Rahman juga mengatakan bahwa pembangunan sistem keramba jaring apung untuk budi daya ikan nila di desa Binawara itu dari anggaran dana desa tahun 2021.

"Kami berharap, dengan anggaran desa yang sudah dialokasikan, pemberdayaan ikan nila yang sudah dibangun ini agar mendapatkan hasil yang maksimal kedepannya,"ujar Noor Rahman dalam sambutannya.

Selain itu anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Suci Ayu yang turut berhadir dalam acara tersebut sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pengelolaan ikan yang ada di Kecamatan Kusan Hulu.

"Saya berharap kedepannya desa Binawara menjadi pionir bagi desa yang lain dalam pembudidayaan ikan dan dapat meningkatkan sumberdaya secara continue," ungkapnya.
Sistem keramba jaring apung dalam pembudidayaan ikan nila yang dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) desa Binawara kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu | Foto Ryn/Jp

Dalam kesempatan itu Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu, M. Yusuf juga memberikan arahan dan teknis tentang pengelolaan ikan yang baik.

Turut berhadir dalam acara itu, Kapolsek Kusan Hulu dan anggota Koramil/Babinsa desa Binawara Kecamatan Kusan Hulu.

Editor : Ryn/Jp



Admin Jurnal Papadaan

Tim Dasamas Bantu Korban Banjir Terdampak di Tala Melalui Kegiatan Aksi Medis


Tim Dasamas Iyas Ahmad Sanusi (kiri) menggunakan baju biru tua dan masker warna hijau, disebelahnya Supian Sauri kepala desa Handil Negara kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut (Kanan) menggunakan masker warna hitam dan baju hitam bersama bu camat, tim PKK dan tim kesehatan dalam kegiatan aksi medis terhadap korban banjir terdampak di desa Handil Negara Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (13/02) | Foto Jurnal Papadaan

JURNALPAPADAAN.COM, TANAH LAUT -Banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan di awal Januari yang lalu banyak menyisakan duka terhadap para korban. Tercatat ada 7 kabupaten/kota yang terdampak akibat banjir yang terjadi.

Terkhusus di kabupaten Tanah Laut, melalui laporan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kabupaten Tanah Laut yang dihimpun dari situs resminya, sedikitnya ada 21.990 jiwa korban yang terdampak banjir dan merendam sekitar 6.346 unit rumah.

Untuk itu tim Dasamas (Dai Sahabat Masyarakat) melalui Laznas (Lembaga Amil Zakat Nasional) Al-Azhar Kal-Sel bekerjasama dengan MTT (Majelis Telkomsel Taqwa) Jakarta melaksanakan kegiatan aksi medis untuk korban bencana banjir bandang di Desa Handil Negara RT.03 kecamatan Kurau kabupaten Tanah Laut, Sabtu (13/2) kemarin.

Dalam pelaksanaannya Dasamas bersinergi dengan camat Kurau, tim PKK, bidan desa, dan kepala desa setempat.

Menurut salah satu anggota Dasamas, Iyas Ahmad Sanusi mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir yang terdampak.

"Ya, ini sebagai wujud rasa peduli kami terhadap para korban," ujarnya kepada Jurnal Papadaan.

Iyas juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan aksi medis yang dilaksanakan kemarin berupa pemeriksaan kesehatan, bantuan obat-obatan dan pemberian peralatan untuk balita dan wanita.

Tercatat ada 50 orang yang mengikuti yang terbagi dari balita (bawah lima tahun, bindu (bimbingan usia terpadu), bumil (ibu hamil), dan lansia (lanjut usia). 

Kepala desa Handil Negara kecamatan Kurau, Sufian Sauri mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan oleh tim Dasamas dan MTT. 

"Kami sangat bersyukur atas pelaksanaan kegiatan ini, selain pemeriksaan kesehatan, bantuan peralatan juga disalurkan bagi balita dan wanita," pungkasnya.

Terpisah, Camat Kurau, Muhammad Pandi mengatakan, "Meski air sudah surut namun dampak dari banjir ini banyak menyisakan duka terhadap korban," terangnya.

Selain itu Camat Kurau, Muhammad Pandi juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi dan ucapan terimakasih kepada Dasamas dan MTT yang telah melaksanakan kegiatan aksi medis yang sangat besar manfaatnya untuk para korban.

Editor : Ryn/Jp




Admin Jurnal Papadaan

Wow..! Membanggakan Laskar Banua Borneo Aktifkan Generasi Muda Berkarya Melalui Laskar Milenial Borneo

 

Ketua PAC LMB (Laskar Milenial Borneo) kecamatan Kusan Hulu (kiri) tampak di depan menggunakan baju hitam, tampak depan (kanan) Ketua PAC LBB (Laskar Banua Borneo) mengunakan baju hitam, agendakan rapat penyusunan struktur keanggotaan bersama pengurus, Rabu (10/2) | Foto Jurnal Papadaan


JURNALPAPADAAN.COM, KUSAN HULU - Gelar rapat perdana pembentukan PAC LMB (Laskar Milenial Borneo) kecamatan Kusan Hulu yang difasilitasi oleh LBB (Laskar Banua Borneo) agendakan struktur kepengurusan dalam keanggotaan Rabu (10/2) sore tadi.

Keanggotaan yang berjumlah sekitar 25 orang itu tetapkan kepengurusannya. Bukan hanyar itu, Ketua PAC LMB kecamatan Kusan Hulu terpilih, Fitria juga agendakan beberapa program kerja untuk kegiatan yang akan dilaksanakan organisasi tersebut.

Fitria juga mengatakan bahwa tujuan dari terbentuknya organisasi pemuda Laskar Milenial Borneo itu untuk memberikan edukasi kepada kaum muda khususnya di kecamatan Kusan Hulu agar aktif dan produktif dalam berkarya.

"Kami berharap dengan terbentuknya kepengurusan PAC LMB (Laskar Milenial Borneo) di kecamatan Kusan Hulu ini akan menjadi sumber aspirasi kaum muda untuk berkarya," ujarnya kepada Jurnal Papadaan.

Selain itu Ketua PAC LBB kecamatan Kusan Hulu, Mansyur mengatakan bahwa Laskar Milenial Borneo ini merupakan ujung tombak generasi muda untuk membangun Kabupaten Tanah Bumbu agar lebih maju kedepannya.

"Saya berharap kaum muda aktif penuh berpartisipasi dalam semua kegiatan yang ada di PAC LMB Kusan Hulu" pungkasnya.

Harapan kedepannya, PAC LBB Kusan Hulu maupun PAC LMB Kusan Hulu harus terus bersinergi menjalankan visi dan misinya sebagai wadah penggerak kaum muda dalam berkarya, dan itu tentunya harus didukung penuh oleh pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Editor : Ryn/Jp




Admin Jurnal Papadaan

Luar Biasa..! Guru SDN 2 Sepunggur Ini Juga Meraih Penghargaan Internasional

Guru SDN 2 Sepunggur, Elsi Desiyanti (Kiri), piagam elektronik Mencion De Honor (kanan) dalam lomba puisi internasional yang diadakan Komunitas UMPPL secara online tahun 2020 | Foto Jurnal Papadaan


JURNALPAPADAAN.COM, TANAH BUMBU -Meski disela rutinitas yang padat, hobi bukanlah sebuah halangan agar produktif melahirkan karya-karya terbaik.

Begitulah yang dilakukan Elsi Desiyanti, guru yang kerap disapa EL. Meski bekerja sebagai seorang guru SDN 2 Sepunggur, itu tidak menjadi halangan dirinya untuk berkarya.

Dikonfirmasi dikediamannya, EL mengatakan bahwa dia suka menulis sejak tahun 2006 semenjak diangkat menjadi ASN.

"Mulai melirik dunia kepenulisan dari tahun 2006, namun mulai fokus menulis tahun 2020," ujarnya kepada Jurnal Papadaan.

Motivasi EL tertarik dengan dunia kepenulisan khususnya genre sastra puisi karena didalamnya ada banyak hal yang bisa dia ungkapkan.

Tentu saja itu bukan hal yang mudah karena berada diluar dari profesi. Namun berkat keuletan dan bimbingan dari rekan-tekan senior penulis, akhirnya EL berhasil menciptakan karya-karya terbaiknya.

"Walau masih penulis amatir, saya akan terus belajar dan membuktikan bahwa karya saya layak dipublikasikan," pungkasnya.

Tercatat, EL banyak mengikuti perlombaan menulis puisi yang sebagian dari karya-karya puisinya berhasil mendapatkan penghargaan dari penyair terbaik, penulis terbaik, dan puisi terfavorit.

Salah satu karyanya yang termuat dalam antologi kumpulan puisi berjudul Cinta Sekuntum Bunga, Stay in My Heart, When You're Gone, Rasa yang Memikat, Luka yang menyekat, Beautiful Night dan Love in Silence and Memories.

Ditahun 2020 tadi, EL membuat semua orang tercengang, karena salah satu karyanya diikutsertakan dalam lomba cipta puisi Internasional bertema "Penghapusan Kekerasan Terhadap Wanita" yang diadakan Komunitas UMPPL (Union Mundial De Poetas Por La Paz Y La  Libertad) di Negara Italia untuk perdamaian Negara Palestina. 

Alhasil salah satu puisinya yang berjudul Manos Del Cielo berhasil mendapatkan kategori penghargaan berkelas Mencion De Honor.

"Alhamdulillah, ini merupakan suatu kebanggaan, meski sering gagal di kandang sendiri, salah satu puisi saya diakui dunia internasional" terangnya.

Walau telah mencapai penghargaan go internasional, EL tidak akan berhenti untuk belajar dan berkarya, rencananya di tahun 2021 ini dia akan menerbitkan sebuah buku kumpulan puisi karya tunggal.

Editor : Ryn/Jp

Admin Jurnal Papadaan

Wow..! Selain Menjadi Duta KIPIN, Guru SDN Betung Ini Ternyata Memiliki Segudang Prestasi

Guru SDN Betung Muhammad Yusuf mendapatkan plakat dan piagam penghargaan guru berdedikasi tahun 2020 | Foto Jurnal Papadaan

JURNALPAPADAAN.COM, KUSAN HILIR -Membanggakan...! Selain telah lolos menjadi duta Kipin (Kios pintar) yang digagas Pendidikan Id. Muhammad Yusuf seorang guru SDN Betung ternyata memiliki segudang prestasi dalam dedikasinya di dunia pendidikan. 

Dikonfirmasi di kediamannya di Jl. Karya II RT V Desa Batuah Senin (08/2) siang tadi. Yusuf mengatakan bahwa dirinya sangat senang dapat terus mengembangkan dunia pendidikan agar terus maju meski berada di pelosok daerah.

"Meski berada di pelosok daerah, guru harus tetap memiliki kompetensi," ujarnya kepada Jurnal Papadaan.

Dalam kesempatan itu Yusuf juga berharap, dengan ilmu yang sudah didapat, dia akan terus mengembangkan potensi diri dan menerapkannya ke dunia pendidikan.

"Jadi rencana kedepan, saya akan memperkenalkan aplikasi Kipin ini di KKG (Kelompok Kerja Guru) kecamatan Kusan Hilir, kalau memungkinkan nanti berlanjut ke seluruh sekolah yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu," ungkapnya.
Guru SDN Betung Muhammad Yusuf terpilih menjadi Duta Kipin angkatan ke 2 tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Pendidikan Id | Foto Jurnal Papadaan

Dihimpun melalui halaman resminya, Kipin School ialah sebuah aplikasi yang dibuat untuk siswa tingkat SD, SMP, SMA dan SMK, berisi pustaka pembelajaran lengkap & sistem ujian yang ditujukan untuk sekolah-sekolah di Indonesia sebagai sarana belajar dan berlatih dalam satu paket.

Aplikasi KIPIN School 4.0 dirancang memiliki keunggulan yang berbeda dari aplikasi pembelajaran lainnya, sangat irit kuota dan mendukung fitur Download and Go, di mana konten data yang sudah diunduh dapat digunakan tanpa perlu jaringan internet lagi. 

Sehingga guru dan pelajar tidak terbebani kuota saat menggunakan aplikasi tersebut.  

Selain telah menjadi Duta Kipin tahun ini, ternyata Yusuf banyak memiliki prestasi lain yang tidak pernah dipublikasikan. 

Tercatat penghargaan yang pernah diraihnya sebagai guru berprestasi Tanah Bumbu tahun 2016-2018. Instruktur Literasi Balai Bahasa Kal-Sel tahun 2019. Sahabat Rumah Belajar tahun 2020. Guru Berdedikasi Tanah Bumbu 2020. Duta Kipin Tanah Bumbu 2021. Dan terakhir menjabat sebagai Ketua KKG Sarantang-Saruntung periode 2017-2019, periode 2020-2022.

Editor : Ryn/Jp


Admin Jurnal Papadaan

Sering Gagal dalam Mengikuti Perlombaan Puisi di Negeri Sendiri, Riyan Buktikan Prestasi di Dunia Internasional

Ahmad Riyan Nailanie (kiri) menggunakan topi hitam dan kacamata, (kanan) piagam elektronik penghargaan kompetisi puisi Internasional yang diadakan Komunitas UMMPL secara online di Negara Italia pada tahun 2020 | Foto Jurnal Papadaan

JURNALPAPADAAN.COM, KUSAN HULU -Membanggakan...! Seorang guru yang jauh dari pelosok kabupaten. Ternyata memiliki segudang prestasi dan multitalenta.

Sebut saja Ahmad Riyan Nailanie atau yang akrab dipanggil Langit Sastra. Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMPN 2 Kusan Hulu itu telah membuktikan prestasi yang besar di bidang sastra puisi.

Ditemui di kediamannya di Desa Binawara Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu pada Rabu (05/2) sore tadi. Riyan mengatakan bahwa dirinya menyukai dunia kepenulisan sastra sejak duduk di bangku sekolah SMA.

"Ya, saya sangat hobi menulis baik puisi dan cerpen sejak masih SMA," ujarnya kepada Jurnal Papadaan.

Pada tahun yang lalu, tepatnya tanggal 25 November 2020, Riyan mencoba mengikuti kompetisi menulis puisi internasional bertema "Penghapusan Kekerasan terhadap Wanita" yang diadakan Komunitas UMMPL (Union Mundial De Poetas Por La Paz Y La  Libertad) yang bergerak di sastra puisi untuk perdamaian Negeri Palestina.

Meskipun hanya ikut secara online, salah satu puisinya berhasil meraih penghargaan berkelas.

"Alhamdulillah tahun 2020 yang lalu, saya berhasil mendapatkan penghargaan Mencion de Honor dengan judul puisi Grados Femininos yang diadakan di Negara Italia," ungkapnya.

Tujuan mengikuti kompetisi itu Riyan hanya ingin membuktikan bahwa puisinya layak mendapatkan penghargaan, alhasil pembuktian itu terwujud dengan penghargaan yang diraihnya, walaupun di dalam negeri sendiri puisinya kerap dipandang sebelah mata.

Selain itu sang ayah, Kaslan (56 tahun) salah satu pengawas SD yang bertugas di Kecamatan Kusan Hulu juga mengungkapkan bahwa anaknya memang memiliki bakat yang tidak disangka-sangka.

"Ya, dia itu memang hobi nulis, cuman tidak disangka tulisannya ada yang lolos dan mendapatkan penghargaan internasional," terangnya.

Dalam kesempatan itu Riyan juga berharap bahwa dunia sastra dan seni yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu bisa dihidupkan kembali terkhusus untuk panggung seni teater. 

"Saya sangat ingin kegiatan panggung seni teater hidup kembali di Kabupaten Tanah Bumbu, karena saya juga salah satu penggiat seni peran," ujarnya.

Editor : Ryn/Jp
 

Admin Jurnal Papadaan

Desa Mangkalapi Raih Prestasi Sebagai Penghasil Padi Gunung Terbesar

JurnalPapadaan.eu.org, Kusan Hulu - Pemberdayaan sektor ekonomi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk  meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju kemandirian pangan, terkhusus bagi yang berada di daerah pelosok.

Banyaknya lahan tidur yang tidak terkelola dengan baik karena minimnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sektor ekonomi.

Masyarakat di pelosok umumnya hanya mengandalkan kayu dan emas sebagai mata pencaharian, itu pun tidak memiliki jaminan dalam jangka yang panjang.



Dalam kesempatan itu, Iyas Ahmad Sanusi salah satu pendamping desa Mangkalapi dari LAZNAS AL-AZHAR menuturkan, bahwa sebelum pendirian Komunitas Tani di desa Mangkalapi ini, masyarakat setempat dulunya bekerja sebagai pendulang emas dan pencari kayu ilegal.

"Alhamdulillah, perlahan kami dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa mengelola sektor ekonomi di bidang pertanian," ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (05/01), malam.



Selain itu, Iyas Ahmad Sanusi juga menambahkan bahwa pembukaan lahan tidur menjadi produktif sudah berjalan sekitar empat tahun hingga sekarang.

Pada tahun 2020 tercatat 289 hektar lahan yang terbuka, dan terakhir di tahun 2021 ini ada penambahan sekitar 70 hektar, menjadi 359 hektar total lahan terbuka.

Hasil pertanian yang di kelola masyarakat desa Mangkalapi berupa padi, pisang, jagung dan tanaman hortikultura. Selain untuk konsumsi sendiri, sebagian juga dijual untuk pemasukan ekonomi keluarga.

"Untuk pemasaran padi sementara hanya di lingkup Kabupaten Tanah Bumbu, sedangkan jagung dan pisang sudah kami pasarkan di luar daerah Kabupaten Tanah Bumbu," ujarnya kepada wartawan.


"Alhamdulillah di tahun 2020, desa Mangkalapi berhasil meraih prestasi penghasil padi gunung terbesar Se-Kabupaten Tanah Bumbu," lanjutnya.

Kedepannya kami berharap adanya bantuan dari pemerintah mengenai akses jalan untuk memudahkan para petani dalam mengelola dan mendistribusikan hasil panennya.



Editor : Ahmad Riyan Nailanie, S.Pd.

Admin Jurnal Papadaan

Ada Aroma Baru dalam Peluncuran Buku Karya Mia Ismed


Mia Ismed salah satu pegiat literasi dan juga seorang guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu kembali meluncurkan karya terbarunya secara virtual pada hari Sabtu (19/12), kemarin.

Kali ini ada aroma baru dalam sepanjang perjalanan penulis di Kabupaten Tanah Bumbu. 

Mia Ismed meluncurkan buku naskah drama beraliran realisme yang berjudul 
"Si Mbok dan Pekerjaan-pekerjaan Masa Depan".

Naskah drama yang biasanya hanya tercatat sebagai dokumentasi ketika pementasan. Mia Ismed memiliki pemikiran lain tentang itu, dia ingin drama bukan hanya dapat dinikmati dari segi pementasan tapi dapat juga dibaca dalam bentuk teks.

"Saya memilih naskah drama untuk memindahkan alam realitas ke bentuk panggung," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (20/12).

"Tidak itu saja, naskah drama memiliki posisi penting yang bisa berdiri pada dua tempat. Pertama sebagai teks yang bisa dibaca, dianalisis dari sisi kebahasaan atau unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsiknya.

Kedua naskah drama ini memiliki ruh yang menuntut untuk dipentaskan karena kontennya seni peran baik berupa drama panggung atau reading teks dalam bentuk drama radio," lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya secara virtual pada hari Sabtu kemarin, naskah drama karya Mia Ismed mendapatkan apresiasi dari para sastrawan, penulis, dosen dan komunitas literasi yang berada di lingkup atau di luar Kabupaten Tanah Bumbu.

Editor : Ryn/Jp